Tulisan Terfitur

Pesan Sekretaris-Jenderal Pada Hari Internasional untuk Keragaman Hayati

Tulisan Terfitur

Waspada Penipuan

Berhati-hatilah atas organisasi yang mengatasnamakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations/PBB). Semua badan PBB yang resmi beroperasi di Indonesia tercantum pada situs web un.or.id. Kami tidak pernah meminta uang, barang berharga, atau informasi pribadi Anda dengan alasan apa pun.

PBB luncurkan kampanye #WildforLife yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk akhiri perdagangan ilegal satwa liar

Duta UNEP Gisele Bündchen mengambil bagian dalam kampanye #Wildforlife Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Rabu (25/5) meluncurkan kampanye #WildforLife melawan perdagangan ilegal satwa liar, serta memperingatkan bahwa perdagangan tersebut mendorong spesies menuju ambang kepunahan, merampas negara dari warisan alam mereka dan memberikan keuntungan kepada jaringan kriminal internasional. Lanjut membaca

Kebangkitan Nasional Melalui SDG

UNDP KOMPAS DISCUSSION

Sehari sebelum Hari Kebangkitan Nasional, direktur Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) Christophe Bahuet berujar, “Ini adalah saat yang tepat untuk menggarisbawahi potensi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) dalam membangun Indonesia yang lebih kuat, juga memperbaiki kehidupan masyarakat.”

Christophe adalah salah satu pembicara kunci dalam diskusi bertajuk ‘Indonesia Menuju Sustainable Development Goals’ yang diselenggarakan oleh UNDP dan Kompas pada hari selasa (19/5). Lanjut membaca

Melibatkan Semua dalam Perjalanan Menuju SDGs

 

“Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) perlu diketahui oleh masyarakat,” kata Christophe Bahuet, direktur UNDP Indonesia.

Pemerintah Indonesia tengah melakukan persiapan untuk mengimplementasikan SDG sebagai salah satu agenda nasional.

Penerbitan Peraturan Presiden mengenai SDG diprediksikan akan memberikan momentum kepada Tujuan penerus Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) yang berakhir pada 2015. Lanjut membaca

UN Daily News 25 May 2016

Apa yang kita butuhkan dari Konferensi Tingkat Tinggi Kemanusiaan

Kunjungan ke Homs, Suriah. Credit: OCHA/ Emmanuel Bargues

Kunjungan ke Homs, Suriah. Credit: OCHA/ Emmanuel Bargues

Minggu depan akan menjadi kali pertama diadakannya Konferensi Tingkat TInggi Kemanusiaan Dunia di Istanbul, [dimana] para pimpinan pemerintah, badan internasional, sektor privat, dan kelompok masyarakat akan berkumpul untuk mengumumkan komitmen mereka dalam mengatasi beberapa tantangan paling kritis yang kita hadapi saat ini. Kebutuhan akan Konferensi Tingkat Tinggi ini jelas: konflik yang tidak ada akhirnya mengakibatkan penderitaan yang tak terperikan, perpindahan paksa secara massal, dan kekacauan politik dan ekonomi; pelanggaran dahsyat akan hukum kemanusiaan internasional; kelaparan dan malnutrisi anak yang sangat menyedihkan; bencana alam yang lebih sering dan lebih parah yang terkait dengan perubahan iklim; dan meningkatnya kesenjangan yang menghalangi jutaan orang dari kemajuan pembangunan.

Statistik yang ada sungguh mengejutkan: lebih dari 130 juta anak perempuan, laki-laki, wanita dan pria membutuhkan akses akan bantuan kemanusiaan dan perlindungan dan angka ini terus meningkat. Lebih dari 40,8 juta orang terlantar di negara mereka sendiri sebagai akibat dari konflik dan kekerasan dan 20,2 juta orang lainnya mencari suaka di negara lain. Di tahun 2015 saja, 19,2 juta orang terlantar akibat bencana alam di 113 negara.

Dengan memprioritaskan mereka yang paling rentan, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mitra kemanusiannya mencari hampir US$ 21 miliar untuk menyediakan bantuan di 40 negara untuk memenuhi kebutuhan penyelamatan jiwa segera dan perlindungan bagi 91 juta orang. Namun, di pertengahan tahun, $17 miliar dari $21 miliar yang sangat dibutuhkan ini masih belum terpenuhi, menghalangi upaya kita untuk membantu orang-orang yang seringkali telah kehilangan segalanya. Lanjut membaca

UN Daily News 24 May 2016

UN Daily News 23 May 2016

Hannah Al Rashid: SDG Mendorong Kesetaraan Jender di Indonesia

“Menurut saya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) adalah pengingat bahwa masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan; terutama di Indonesia,” ujar Hannah Al Rashid.

Hannah (30), seorang  tokoh televisi, aktris film dan figure publik, khususnya peduli terhadap kesetaraan jender dan menjelaskan bahwa Indonesia masih sebuah masyarakat yang patriarki. Di Indonesia, laki-laki lebih diunggulkan dari pada perempuan.

“Perempuan masih belum memiliki akses ke pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta kesamaan hak jika dibandingkan dengan laki-laki,” katanya. Lanjut membaca

WHS: KTT Kemanusiaan Sedunia akan jadi ‘peringatan’ untuk tindakan dan ‘lokasi peluncuran’ untuk inisiatif baru

Keluarga yang tinggal di tenda ini di Baghdad, Irak, menjelaskan bahwa kamp dan tenda yang tidak siap untuk musim dingin. September 2015. Foto: WFP / Mohammed Al BehbehaniHanya beberapa jam menjelang pembukaan KTT Kemanusiaan Sedunia (WHS) yang  pertama kalinya, pejabat senior PBB pada hari Minggu (22/5) menyoroti bahwa acara global tersebut adalah untuk melayani sebagai seruan peringatan untuk melakukan tindakan dalam melayani kemanusiaan, menyediakan landasan untuk inisiatif baru. Lanjut membaca